Senin, 21 Agustus 2017

Mewarnai Indonesia Melalui #PesonaBhinneka di Selo Langit

Pernah dengar objek wisata Selo Langit Gaes? Ah, saya juga baru denger. Pas saya check di google maps kok rada susah ya. Ini lokasinya terindeks google maps gak sih? Saya awalnya bingung. Pada saat itu saya diminta Mbak Rian dari Komunitas Blogger Jogja untuk berpartisipasi di acara ini. Pada awalnya saya ragu. Jujur saya takut nyasar. Kedua, bareng siapa saya ke sana? 

Akhirnya, saya kontak Hafidz (blognya : monyoku.com), kemudian Aan (blognya : aanpambudi.id), mereka satu kampus denganku, tapi beda fakultas dan jurusan. Kami bertiga sepakat berangkat bareng dari UNY. Perjalanan kurang lebih 50 menitanlah. Nah kami bertiga kan kurang tahu nih arah ke sananya. Tersesatlah kami hahaha. Kami ambil rute yang salah sehingga ketemu jalan tidak beraspal. Rusak pula.  

Tapi tenang gaes, meskipun demikian, saya pribadi sangat puas dengan pemandangan indah di sepanjang jalan. Dari Tebing Breksi hingga Candi Ijo. Keren dah pokoknya. Kamu kudu nyobain deh main ke sini. Soalnya nih gaes, DIY khususnya Sleman memiliki banyak destinasi wisata yang sangat cantik. 

Setibanya di Selo Langit, kami disambut panitia. Tenda-tenda sudah berdiri dengan cantikya. Sesudah registrasi, saya memilih menempati tenda no 2. Sumpah, saya enggak nyesel datang ke sini. Padahal awalnya saya sempat ragu. 
Acara yang saya ikuti berupa camp selama 2 hari, mulai dari tanggal 16 hingga 17 Agustus 2017. Camp ini diselenggarakan oleh Duta Damai Dunia Maya regional Jogja. Duta Damai merupakan komunitas yang dibentuk oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terosrisme) yang berisi anak-anak muda penyedia konten positif di dunia maya. Mereka yang tergabung di komunitas ini terdiri dari pegita media sosial, blogger, vlogger, fotografer, ada juga desainer grafis. Mereka memiliki misi menyebarkan dan memviralkan konten-konten positif di dunia maya entah dalam bentuk tulisan, gambar, maupun video. 

Mewarnai Indonesia melalui camp pesona kebhinnekaan dipilih sebagai tema dalam acara ini. Acara ini turut mengundang komunitas, aktivis media sosial, blogger, kompasianer, pelajar dan mahasiswa. Bahkan ada peserta yang datang jauh-jauh dari Madura demi mengikuti acara ini. Den Zairi nama peserta yang dimaksud. Selain itu, mahasiswa dari Kampus Unnes Semarang turut serta berpartisipasi dalam rangkaian acara ini. Ramai deh pokoknya. Bisa tambah kenalan dan bribikan. Eaaaa. 

Ada apa dengan Selo Langit? Kenapa Selo Langit dipilih sebagai lokasi camp? 

Selo Langit merupakan suatu daerah yang terletak di Gedhang Sari, Sambirejo, Sleman. Selo Langit merupakan destinasi wisata dibuka baru-baru ini kok. Lokasinya emang asyik banget dan sangat instagrammable. Sayangnya, daerah ini dilanda kekurangan air bersih dan kekeringan. Padahal spotnya oke punya. Niat kami ke sini untuk membanti memviralkan objek wisata Selo Langit melalui berbagai platform dan media sosial. 

Selain itu, Selo Langit sempat terindikasi dijadikan sasaran pelatihan kalangan radikalis dan teroris. Ya iyalah gaes, mereka itu (teroris) kalau buat pelatihan ya di tempat-tempat seperti ini, di hutan-hutan, daerah tandus, dan bukit yang penuh semak belukar. Penduduk setempat mungkin tidak banyak memaruh curiga jika di wilayahnya dijadikan sebagai basecamp latihan para teroris. Yang perlu diperhatikan adalah kewaspadaan kita terhadap perilaku tidak wajar dari sekelompok orang tertentu di suatu lokasi yang seperti ini. 

Okay, Next. 
Setelah makan siang, kami berkumpul dan saling berkenalan. Dilanjut materi sesi pertama. Pada sesi ini, kami belajar tentang geoheritage yang dipandu oleh Pak Didit Hadi Barianto, dosen geologi UGM. Lokasi Selo Langit berada di pegunungan semilir dan memiliki kaitan dengan gunung api purba. Kami diajak mengenal batuan di sekitar lokasi. Pak Didit mengatakan betapa menariknya wisata edukasi berbasis geoheritage. 

Geoheritage dapat dikatakan sebagai warisan geologi yang terbentuk secara alami dan memiliki nilai sangat tinggi dan luar biasa karena merepresentasikan rangkaian rekaman proses geologi yang saling berhubungan, sehingga secara keilmuan merupakan bagian penting dari sejarah dinamika bumi (sumber : Ikatan Ahli Geologi Indonesia/IAGI). Melalui wisata berbasis geoheritage kita dapat mengenal bagaimana dinamika geologi (misal bagaimana pembentukan batuan dan gunung api purba) di suatu wilayah. Maka dari itu, sangat penting mengedukasi masyakarakat dan wisatawan tentang warisan geologi ini sebagai bagian dari konservasi alam. 
Sesi kedua berupa materi tentang memviralkan konten positif. Pada kesempatan ini kami dibersamai oleh Mas Eko, seorang pegiat media sosial yang tergabung dalam MASDJO (Masyarakat Digital Jogja). Mas Eko kemudian memaparkan betapa lalu lintas informasi di dunia maya sekarang ini dipenuhi berbagai konten negatif dalam bentuk hoax, hate speech, cyber bullying, dan sebagainya. Mas Eko mengajak peserta untuk membuat konten-konten positif guna melawan konten negatif yang dirasa mampu merusak kebhinnekaan kita. 
Sesi ketiga ini yang ditunggu-tunggu. Pasalnya pas sesi ini kita membaur bersama masyarakat sembari memanjatkan doa dan kendurian. Kami menikmati suguhan kuliner setempat berupa ingkung ayam, sayur, dan penganan lokal hasil pertanian setempat. Asyik banget. Jarang-jarang saya dapat momen seperti ini. 

Setelah sesi makan-makan selesai, peserta camp dan para warga turut serta dalam diskusi yang mengundang 3 narasumber lintas budaya dan agama. Ketiga narasumber tersebut yakni Romo Teguh Sentosa Sekretaris Eksekutif Komisi PSE KWI,  Alissa Wahid dari Gusdurian, dan Hairus Salim dari LKIS (Lembaga Kajian Islam & Sosial). Mereka merupakan tokoh nasional yang menjunjung tinggi nilai-nilai multikulturalisme dan kebhinnekaan. Sesi ini dipandu oleh moderator cantik Kak Elzha yang merupakan Duta Damai, pegiat media sosial, dan blogger. Overall, acara seru dan sesi diskusi ini berhasil memantik banyak pertanyaan dari peserta. Acara ditutup dengan deklarasi damai yang melibatkan pemateri dan tokoh masyarakat setempat. Deklarasi ini merupakan komitmen bersama yang mengingatkan kita akan indahnya perdamaian dalam kebhinnekaan. 

Kegiatan di hari pertama selesai. Dilanjut keesokan hari dengan memburu matahari terbit, bersih-bersih, dan upacara kemerdekaan di dekat watu payung. 
Begini dokumentasi yang berhasil saya dapatkan saat mengibarkan sang merah putih di puncak Selo Langit. Gimana menarik kan?

Saya sangat puas dengan kegiatan camp Mewarnai Indonesia Melalui Pesona Kebhinnekaan ini. Saya mendapat pengalaman seru, disuguhi keramahtamahan masyarakat setempat, menyaksikan matahari terbit, mendapat teman-teman baru, serta hal lain yang saya sulit deskripsikan. Seperti misalnya saat upacara bendera. Ternyata banyak warga yang seumur hidupnya belum pernah mengikuti kegiatan upacara pengibaran sang merah putih. Pada kesempatan ini warga setempat diajak mengikuti jalannya upacara dari awal hingga akhir. Tak hanya itu, warga setempat mempersembahkan tarian jathilan sebagai bentuk hiburan kepada kami semua. Ini sangat menyentuh menurut saya.


Semoga kegiatan ini diadakan lagi tahun depan dan mampu menggaet peserta dari berbagai pelosok Indonesia (level nasional) serta mendapat dukungan tidak hanya dari dinas dan pemda setempat tetapi juga dari pemerintah pusat. 

Sampai jumpa di postingan selanjutnya!!!

Senin, 07 Agustus 2017

Netizen Cerdas, Media Sosial, dan Konten Positif

Media sosial bisa menjadi bara. Diam-diam menikam dan menghancurkan. Bisa juga menjadi cahaya. Memberikan pelita harapan dan menebar manfaat bagi yang cerdas memanfaatkanya. Dimensi politik dan agama merupakan salah satu elemen yang kerap dijadikan ladang memperkeruh bhinneka. Medan politik kerapkali dimanfaatkan segilitir orang untuk membentuk wacana, menggiring opini, dan membunuh karakter. Pilkada DKI salah satu contohnya. Sekali klik sepersekian detik informasi beredar. Selain pembunuhan karakter, isu radikalisme online, cyber bullying, hoax, ujaran kebencian, kerap menjadi konsumsi harian masyarakat. Masyarakat mengalami disorientasi persepsi, di mana mereka menjadi gamang atas ramainya lalu lintas informasi yang memanipulasi pikiran manusia sepersekian detik. Sebagian mudah tersulut isu, menjadi brutal, dan mengajak massa membuat kobaran api yang lebih besar. 

Lantas, bagaimana memanfaatkan media sosial demi kebaikan bersama? Media sosial adalah modal sosial. Netizen cerdas tahu bagaimana menangkal isu negatif yang beredar yang tidak memberdayakan. Netizen cerdas mampu menjadikan media sosial sebagai konten positif tempat berkreasi dan menebar jala pengetahuan. Seperti misalnya salah satu netizen Dwi Suwiknyo ini. Melalui akun facebooknya, Mas Dwi kerap berbagi seputar tips menulis dan juga motivasi agar terus menelurkan karya. Meskipun sudah menerbitkan beberapa buku dengan label mayor, tak menjadikan Mas Dwi tinggi hati. Mas Dwi masih mau berbagi secuil pengetahuan di kelas menulis online (facebook) yang diampunya, baik yang berbayar maupun cuma-cuma. Jarang sekali Mas Dwi melontarkan postingan yang tentunya memantik kebencian. Apalagi hoax yang tidak ada faedahnya. 

Boomingnya media sosial dan instan messaging seperti Whatsapp, Line, dan BBM memang menjadikan dunia dalam genggaman. Namun, tanpa dilandasi kesadaran dan kecerdasan dalam mengelolanya, menjadikan manusia gamang dan mudah menyalah-nyalahkan. Nyinyir dan meledak-ledak via medsos.  
Berkenaan dengan hal tersebut Divisi Humas Polri bekerjasama dengan netizen Jogja mengadakan diskusi dengan tajuk "Membangun Budaya Positif Dalam Bermedia Sosial." Netizen Jogja yang diundang merupakan komunitas-komunias yang memiliki basis pengaruh dan follower cukup kuat di dunia maya. 

Tagar #MedosAgawaRukun menjadi kata kunci untuk memviralkan acara yang berlokasi di Hotel Sahid Rich tersebut. Empat narasumber dihadirkan. Dua narasumber berasal dari kepolisian, satu dari Kominfo, dan terakhir dari Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

Drs. Ahmad Dofiri selaku Kapolda DIY berujar agar hati-hati ketika menyampaikan informasi via media sosial, apalagi jika hal tersebut dibaca banyak orang di suatu komunitas/grup dan viral. Jikalau informasinya positif dan bermanfaat tak apa. Jika sebaliknya malah memicu pertikaian sengit di dunia maya. Oleh karenanya, Tabayun atau kroscek dulu informasi sebelum jempol memencel tombol berbagi di media sosial. Tak berbeda dari itu, Drs. Adnas, M.Si yang saat ini menjabat sebagai brigadir jenderal di kepolisian mengharpkan agar masyarakat, khususnya netizen membangun edukasi agar tidak mudah termakan hoax. Sinergi polisi dengan netizen dalam membuat konten positif juga diperlukan. Netizen diharapkan berbagi informasi yang akurat, utuh, bisa dipertanggungjawabkan. 

Pembicara selanjutnya, Ibu Mariam F. Barata dari Kominfo menyampaikan betapa pentingnya kesadaran dan kecerdasan dalam bermedsos. Isu penutupan telegram nyatanya menjadi bola panas dan menyulut api ke mana-mana. Bahkan ada masyakat yang takut kalau-kalau media sosial dibungkam dan sehingga masyarakat sulit menyalurkan ekspresi serta gagasan-gagasan. Nyatanya tidak demikian, Telegram tetaplah eksis. Telegram disinyalir membawa kaum radikalis dan teroris muncul ke permukaan. Makanya pemerintah melalui Kominfo melakukan upaya preventif guna mencegah situs atau aplikasi yang melanggar undang-undang. Melalui kompromi, pendiri Telegram mau datang ke Indonesia dan bernegosiasi dengan pemerintah terkait adanya kejahatan cyber. 

Pembicara terakhir bernama Naomi Lania yang mewakili KPAI. Perempuan yang sudah memakan asam garam dan berkeliling hingga berbagai pelosok Indonesia menyampaikan kekesalannya mengenai pornografi online dan perisakan di dunia maya. Beliau mencontohkan kasus Yuyun yang sempat heboh beberapa waktu silam. Salah satu tersangka yang melakukan tindak pidana perkosaan kterhadap Yuyun terinspirasi dari situs-situs dewasa yang kerap dia konsumsi. Kasus-kasus kejahatan terhadap anak dan wanita kerap menjadi sorotan publik. Kasus kematian Angeline yang dibunuh ibu angkatnya misalnya. Naomi yang berjuang menyibak tabir kematian Angeline pun harus bergulat ketika dirinya dituduh menggelapkan dana masyarakat yang diperuntukkan bagi keluarga almarhum.

Inspirasi dari ke empat narasumber begitu luar biasa. Bagaimanapun, peran netizen cerdas dalam memproduksi konten positif di media sosial masih sangat diperlukan. Tak terasa waktu cepat berjalan. Jam menunjukkan lebih dari pul 22.00 WIB. Saat sesi tanya jawab dibuka beberapa tangan menunjukkan antusiasme. Termasuk saya. Overall, acara in terbilang keren. Hestek #MedosAgaweRukun yang beredar di twitter diviralkan lebih dari 100 netizen dan 500 post dengan impresi lebih dari 10.000.000.

Selasa, 27 Juni 2017

Ramadhan Produktif di Kampus, Kenapa Enggak?

Yes! Ramadhan nears us! Bulan yang dinantikan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. That's Ramadhan! Bulan yang penuh berkah dan ampunan. Guys, Ramadhan 1438 H tahun ini jatuh pada Hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017. Berkenaan dengan hal ini, gegap gempita menyambut Ramadhan telah menggema ke mana-mana. Tengok saja bagaimana iklan sirup begitu fenomenal. Semua sepakat bahwa tanda-tanda datangnya Ramadhan adalah ketika muncul iklan sirup. LOL. Sungguh sangat radikal. Tanpa ampun mampu menyiksa batin kaum lemah seperti saya. Hiks, clegukkk. Tahan napas. Selain radikalisasi iklan sirup, akan muncul meme-meme satir yang menguji iman para jones. Misal nih lagi asyik scroll IG nemu quote gini, "Percuma banyak yang ngajak buka bersama, tapi enggak ada yang ngajak hidup bersama." Gimana enggak KZL (baca : kesel) coba? Quote-quote seperti inilah yang bikin mahasiswa jomblo semakin ingin segera mengakhiri hidupnya masa lajangnya. LOL.

Guys, daripada waktumu habis buat mantengin sosmed dan bikin kamu KZL, mending cari kegiatan produktif dan bermanfaat. Banyak kok kegiatan di sekitar kampus buat mahasiswa yang bikin kamu semakin produktif. Selain menambah ilmu dan iman, juga bisa menambah kenalan. Kan asyik. Siapa tahu ada dedek gemes atau kaka kece yang bisa diajak ta'arufan. #Eh. 

Menyambut datangnya bulan suci kali ini, kawan-kawan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) beserta jajaran civitas akademika mengadakan berbagai kegiatan demi menyemarakkan Ramadhan di Kampus. Selain di tingkat universitas, ada juga lho kegiatan Ramadhan di tingkat fakultas. Bahkan sebelum Ramadhan tiba, kegiatan-kegiatan tersebut sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh kaka-kaka kece buat kalian mahasiswa UNYu-ers. Beginilah kira-kira aksi produktif mahasiswa UNY. Pastinya seru. Pantengin terus ya sampai akhir.
Pak Rektor (kiri berbaju putih) dan Sang Maskot. Credit : UKMF JM Al-Ishlah UNY
Kegiatan perdana menyambut bulan suci diawali dengan Pawai SEMARAK 1438 H. Apa itu? SEMARAK singkatan dari SEnyum MenyAmbut RAmadhan Kampus. Nah Pawai Kampus Ramadhan ini dilaksanakan Hari Selasa tanggal 23 Mei 2017 dengan rute start di halaman rektorat UNY. Kegiatan Pawai SEMARAK diresmikan oleh Pak Rektor, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M. Pd dengan menerbangkan balon-balon ke udara. Kaka-kaka kece yang merupakan Takmir Masjid Kampus Mujahidin dan aktivis lembaga dakwah kampus kerohanian ikut meramaikan kegiatan tersebut dengan membawa maskot fakultas. Maskot merah dalam foto merupakan maskot kebanggaan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY. 

Menjelang Ramadhan Kaka Panitia Kampus Ramadhan 2017 menyiapkan berbagai kajian dengan tema-tema yang sangat asyik. Tentunya kajian-kajian tersebut bakalan menambah wawasan kita mengenai islam, sejarah, dan perkembangannya. Yang menarik dari kajian tahun ini selain tema-temanya, juga pembicara atau pematerinya. Sengaja kaka panitia mengundang beberapa pembicara dari luar daerah, bahkan luar Indonesia. Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A., jauh-jauh datang ke Masjid Mujahidin (Masmuja) untuk mengisi ceramah Quran sebagai pedoman terbaik kehidupan. Untuk mengetahui kondisi terkini umat islam di Palestina, Ada  Syeikh Mountasier Hussein Ahmed Al Hroub yang akan membersamai kita. Jangan lupa siapkan infak terbaik ya! Selain dari Palestina, Takmir Masjid juga mengundang Syaikh Aiman Amin Abdul Qadir dari Jordan dan Syekh Majid bin Abdullah Al-Alyaniy dari Yaman. Dari Jogja, Ustadz Yusuf Maulana akan berbagi kajian tematik mengenai keilmuan islam. Salah satu yang dibedah yakni mengenai pemikiran-pemikiran Ibnu Khaldun. You know Ibnu Khaldun? Beliau cendikiawan muslim yang mengembangkan sosiologi, sejarah, dan filsafat islam. Bagi kamu para pemburu takjil yuks rapatkan barisan.

Berikut Beberapa foto yang berhasil saya dokumentasikan sepanjang kajian sore Kampus Ramadhan 2017. 
Kajian Sore Kampus Ramadhan 2017.
Di jaman Rasululah, selain sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan, masjid juga digunakan sebagai pusat peradaban. Nah, sisi produktif mahasiswa muslim dapat dilihat dari bagaimana memakmurkan masjid melalui kajian-kajian atau kegiatan-kegiatan yang menunjang syiar islam. Selain di masjid, syiar islam  juga bisa disampaikan di mana saja dan lewat media apa saja.

Di kampus UNY, Syiar islam digerakkan oleh SKI (Sie Kerohanian Islam) atau rohis yang ada di tiap-tiap fakultas. Setiap fakultas memiliki agenda yang berbeda, apalagi ketika Ramadhan.  Ada 7 SKI yang menaungi kegiatan kerohanian islam. Ketujuh SKI tersebut meliputi Al-Musthofa/KMM dari Fakultas Teknik (kampus orange),  Al Fatih dari Fakultas Ekonomi (kampus merah muda), Jamaish/Al-Ishlah dari Fakultas Ilmu Sosial (kampus merah), Al Huda dari Fakultas Bahasa dan Seni (kampus ungu), KMH/Al-Hidayah dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (kampus kuning), Haska dari FMIPA (kampus biru), dan terakhir KMIP dari Fakultas Ilmu Pendidikan (kampus hijau). Sedangkan di tingkat universitas ada UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam) yang markasnya berada di Student Center (SC) dan Islamic Education Center (IEC) dekat Masjid Mujahidin.

Berikut guys sudah saya bikinin infografis menarik mengenai kegiatan produktif SKI di masing-masing fakultas selama Ramadhan ini. Cekidot yuk. Siapa tau kamu menjadi panitia di dalamnya atau berpartisipasi sebagai peserta kegiatan. 
Nah guys, salah satu yang saya ulas di postingan ini yakni kegiatan Festival Ramadhan Ceria (FRC) yang diselenggarakan oleh SKI Haska. Tahun ini, FRC menampilkan aneka jenis lomba untuk kategori anak dan mahasiswa (umum). FRC sendiri merupaka agenda tahunan yang diselenggarakan oleh SKI kampus biru selama Bulan Ramadhan. Lomba untuk kategori mahasiswa (umum) meliputi fotografi, desain, cerpen, hadroh, dan kaligrafi. Sedangkan lomba untuk kategori anak meliputi lomba baca puisi, menggambar, mewarnai, pildacil, adzan, cerdas cermat agama islam, dan Tahfidzul Quran. Cukup menantang ya? Kamu yang produktif di bidang menulis cerpen, sekaligus para pecinta fotografi, desain, dan kaligrafi coba aja gih challenge kayak gini. Siapa tahu lolos menjadi salah satu pemenang. Pun kalau belum lolos masih ada kesempatan di event tahun depan. Deal, guys?

Perhatikan deh 2 gambar di bawah ini. Muka-muka antusias anak-anak nampak terpancar saat mengikuti lomba mewarnai. Masjid Mujahidin ramai penuh keriuhan anak-anak. Pada gambar berikutnya, penghayatan jiwa nampak dari adek yang sedang membacakan sebuah puisi.
Suasana lomba mewarnai (gambar atas). Penghayatan puisi (gambar bawah). Credit : UKMF Haska UNY 
Tak mau kalah dengan yang ada di fakultas, Student Center (SC) yang mewadahi seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas mengadakan kegiatan bernama Srawung Student Center. Srawung sendiri berasal dari Bahasa Jawa, kalau dalam Bahasa Indonesia artinya bersosialisasi, bergaul atau membaur. Maksudnya kita membaur untuk merekatkan tali silaturahmi. Bisa juga kita kumpul-kumpul sambil makan-makan (sori, ini defisini yang saya buat-buat). Kayak kamu kalau ikut bukber gitu. Bukber juga termasuk kegiatan sesrawungan. Pepatah jawa bilang, mangan ora mangan kumpul. Kenapa kalau ada kata makan-makan saya langsung connect ya? Apalagi yang gratisan. Hahahaha. LOL.

Srawung Student Center dapat dikatakan sebagai ngabuburit produktif dan kreatif yang melibatkan beberapa UKM bidang seni dan olah vokal. Kalau kamu hadir di sini guys kamu bakal di suguhi hiburan menarik seperti accoustic performance (Madawirna), pantomim, art dan teatrical performance dari Unstrat. Pokoknya rame dah. Disediakan takjil yang ala-ala mahasiswa lah.
Teatrical performance dari Unstrat (gambar atas). Accoustic performance dari Madawirna (gambar bawah)
Ramadhan kok keliatan gersang merana. Gak jaman ah. Ramadhan ya kudu produktif. Bagaimana agar menjadi mahasiswa yang produktif selama Ramadhan? Paling enggak kamu bisa melakukannya melalui pengembangan bakat & karya, berpartisipasi dalam kegiatan kampus, atau ikut kegiatan yang menambah ilmu. Kayak kaka-kaka kece dari SKI dan takmir Masjid Mujahidin itu. Atau mereka yang perform di event Srawung Student Center. Jangan jadi generasi galau menye-menye yang kerjaannya bikin status baper di facebook atau instagram. So, Ramadhan produktif di kampus? Kenapa enggak? Deal!

The last. Biasanya nih, menjelang lebaran, selain (produktif) bantu-bantu emak nyiapin opor ayam dan kue-kue kering, kamu kudu kuat iman yah kalau sewaktu-waktu ditanyain kapan nikah? Kok jomblo mulu sih? Upssss. 

Bonus. Dokumentasi yang saya ambil saat sholat Idul Fitri di depan KPLT FT UNY. Inilah suasana Sholat Ied di halaman kampus. 
Sholat Idul Fitri di Halaman KPLT FT UNY (dokumentasi 2017)

Sabtu, 11 Maret 2017

4 Favorite Cake Tutorial Ala Nerdy Nummies

Siapa yang hobi nonton tutorial masak di youtube? Ada banyak vlogger di youtube yang piawai meracik menu makanan dan cake. Kalau favorit saya adalah vlogger Rossana Pansino aka Nerdy Nummies. Rossana juga penulis buku The Nerdy Nummies Cookbook : Sweet Treats for the Geeks in All of Us.

Yang membuat saya tertarik kepo-kepo vlognya si Rossana ini awalnya ingin melatih kepekaan mendengarkan percakapan bahasa Inggris. Berhubung saya tertarik pada tutorial cake dan makanan, maka saya searching dan menemukan Nerdy Nummies ini. Menurut saya Si Rossana sangat piawai di depan kamera. Dia hangat dan murah senyum, agak gokil juga kadang videonya. Subscribernya aja udah mencapai hampir 7,5 juta orang dengan tingkat view mencapai 30 juta lebih. View per video rata-rata kalau saya amati bisa mencapai 500.000 lebih. Fantastis bukan? Makan tak heran vlogger satu ini termasuk salah satu vlogger dengan pendapatan tertinggi di dunia. Business Insider mencatat pendapatan Rosanna dari vlognya mencapai 6 juta dolar (USD). Coba kalau dirupiahkan dengan acuan kurs Rp 13.500 hasilnya berapa?
Sebagai seorang youtube star, Rossana benar-benar serius menekuni bidang yang menjadi passion serta ladang pencahariannya. Pada awalnya dia tidak memiliki cukup uang dan tabungannya diambil untuk membeli sejumlah peralatan seperti kamera seharga 80 USD. Dia mengedit sendiri videonya, akan tetapi hasilnya tidak cukup memuaskan. Rossana kini dibantu kedua orangtuanya dan saudaranya dalam menggarap video. Rossana juga menyewa editor agar mempermudah penyusunan videonya. Di channel youtube sekarang sudah ada 254 video. Rossana berujar, konten adalah raja. Jika kita buat konten yang bagus, maka yang lainnya akan mengikuti, termasuk follower, pendapatan, sponsor, dan sebagainya.

Nah kali ini saya buat list 5 video Nerdy Nummies favorit versi saya.

1. Sleeping Beauty Birtday Cake


2. Harley Queen Checkered Cake



3. Assassin's Creed Haystack Maccarons



4. DIY Pumpkin Treats!


Ini versi favorit saya. Mana versi favoritmu?

Kamis, 09 Februari 2017

5 Buah dengan Warna Merah Menyegarkan, Kamu Pilih Mana?

Guys kalau disuruh menyebutkan buah-buah dengan warna merah pasti tahu kan? Baiklah sebutkan 5 saja. Nak kecil pasti tahulah. Kali ini Halo Dapur akan mengupas 5 buah yang menyegarkan dan tentunya menyehatkan. Apa buah favorit kamu? 

1. Stroberi 
Yeahhhhhh. Stroberi. Yummmy. Wah buah satu ini sering digunakan untuk hiasan cake. Untuk puding juga asyik. Rasanya manis-manis kecut gimana gitu. Baunya khas banget. Coba deh sesekali kamu mampir ke kebun stroberi, kamu bisa metik dan beli sepuasnya. Bisa icip-icip pula. Perhatikan ilustrasi di atas. Warnanya yang merah ranum sangat menggoda bukan? 
Nah kandungan gizi stroberi bagus buat kesehatan tubuh, sebab stroberi memiliki kadar vitamin C yang sangat tinggi. Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh, antiradikal bebas, menjaga kesehatan kulit, serta memperbaiki sel-sel yang rusak. Selain vitamin C, stroberi juga mengandung asam folat yang bagus buat pertumbuhan janin dan ibu menyusui.
 2. Delima
Delima itu daging buah ya dikit karena menempel pada biji-bijinya yang banyak. Kalau dimakan mentah kayaknya kurang ajib. mendingan dibikin sirup buah delima. Dibikin jus juga oke, tinggal ditambah gula atau madu yes! Selain itu buah delima bisa digunakan sebagai bahan campuran rujak atau salad. Sudah pernah mencoba?
Berdasarkan penelitian ilmiah oleh American Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi jus delima terbukti mampu mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat berkat kandungan anti-oksidan yang berlimpah di dalamnya. Kandungan apa saja yang ada dalam buah ini? Buah delima mengandung Vitamin A, C dan E, fosfor, asam folat, serta kalsium. 
3. Buah Naga 
Pas awal-awal muncul, buah satu ini dibanderol dengan harga yang lumayan fantastis. Sekilo bisa di atas lima puluh ribu, bahkan ada yang lebih dari seratus ribu. Sekarang seiring banyaknya pembudidaya buah naga, buah tersebut harganya jauh lebih terjangkau. Satu kilo bisa lima belas ribu saja. Tergantung kamu beli di mana ya guys, kalau saya beli di pasar lokal. 
Buah naga ada yang dagingnya berwarna putih, ada yang berwarna merah. Kalau saya lebih suka buah ini dimakan mentah-mentah. Dijadikan jus dan dicampur dengan madu juga oke. Buah naga pun bisa diolah menjadi bahan campuran kue, puding, dan aneka resep masakan lainnya. Pengen tahu lebih banyak? Search aja di google. 
Dalam 100 g buah naga, mengandung kalori 60 kkal, protein 0, 53 g, karbohidrat 11, 5 g, serat 0,71 g, kalsium 134,5 mg, fosfor 87 mg, zat besi 0,65 mg, vitamin C 9,4 mg, serta kandungan airnya sebanyak 90%. Manfaat buah naga di antaranya untuk menjaga kesehatan mata dan metabolisme tubuh, cocok buat diet, menjaga dari penyakit diabetes melitus, menghambat penuaan dini, serta baik untuk ibu hamil dan menyusui. 
 4. Anggur Merah
Anggur merah, yang selalu memabukkan diriku anggap...belum seberapa...dahsyatnya! Eh kok malah nyanyi lagu dangsut sih. Bukan...bukan. Ini bukan minuman fermentasi anggur. Ini anggur segar yang dipetik langsung dari kebunnya. Cantik dan segar bukan? 
Setiap satu porsi anggur merah, memberikan sekitar 16 mg vitamin C. Sejumlah vitamin lain juga ditemukan seperti :22 mcg vitamin K (sekitar 28% dari nilai diet harian), 0,4 mg thiamin (27 persen dari nilai harian), vitamin E, vitamin A, asam pantotenat, vitamin B-6, folat, beta karoten, alpha karoten, flavonoid, dan mineral. 
Manfaat buah anggur, Flavonoid yang ditemukan dalam anggur mampu meningkatkan kadar HDL ( kolesterol baik ). Hal ini untuk mencegah penyumbatan arteri koroner. Mengonsumsi anggur dalam bentuk jus mampu menurunkan tekanan darah. Anggur mengandung antiradikal bebas yang baik buat sel-sel kulit dan mencegah penuaan dini.
5. Apel 
Kalau ingat apel merah, saya jadi ingat Putri Salju yang mau diracuni si penyihir jahat. Nah guys, bicara apel merah emang enggak ada abisnya. Saya sendiri suka liat-liat hasil fotografi yang ada apel sebagai ornamen atau latar belakang. 
Banyak artikel yang membicarakan si apel merah ini guys. Dari sisi manfat, kandungan gizi, serta aneka produk olahan aple merah untuk usaha. Kalau di Kota Batu Malang nih, apel biasa dijadikan olahan kripik. Yang pasti crispi krenyes-krenyes ya guys. 
Sebenarnya kandungan nutrisi yang tingi ada pada kulitnya yang merah itu guys. Tapi kamu kudu ati-ati juga sebab sekarang ini banyak beredar apel merah yang dilapisi zat lilin. Hih ngeri.  
Apel merah sendiri bagus lho buat diet. Selain itu buah ini mampu mencegah sel-sel kanker, terutama kanker payudara dan kanker usus besar. Manfaat lainnya, mampu mencegah penyakit alzheimar dan menurunkan kadar kolesterol.