Sabtu, 26 November 2016

Jejak-Jejak Inspirasi di Blogger Gathering #HarblognasJNE

Dunia bergerak. Banyak hal berubah. Begitupun dengan teknologi, lanskap bisnis, dan juga ekonomi. Sekarang kita sudah memasuki era ekonomi digital. Begitu kuatnya pengaruh teknologi sehingga banyak bisnis memanfaatkan hal tersebut untuk mendongkrak omset dan profit. Semua serba digital. Digitalisasi mengubah berbagai aspek, termasuk digital lifestyle, perilaku konsumen, bagaimana entitas bisnis menjalankan aktivitasnya dan sebagainya. Dengan sentuhan jari melalui layar gawai yang kita miliki, kita tak perlu repot-repot ke supermarket atau restoran hanya untuk berbelanja atau order makanan. Tinggal klik-klik, pilih menu pada galeri, transfer melalui ATM, mobile banking, atau alat pembayarannya lainnya, beberapa waktu kemudian barang yang kita pesan sudah diantar melalui jasa kurir. Praktis dan efisien bukan? Teknologi memudahan hidup kita. 

Dalam kurun satu dasawarsa terakhir, perkembangan teknologi membuat pertumbuhan e-commerce melesat. Banyak startup atau perusahaan baru bermunculan. Bisnis online menjamur. Siapapun bisa berjualan di ranah maya. Tua muda bukan lagi persoalan. Emak-emak rempong, anak sekolahan, hingga mahasiswa pun cukup banyak yang melakukan aktivitas ini, berjualan online. Di antara mereka ada yang menjual melalui website yang dikelola secara profesional, ada juga yang memanfaatkan akun media sosial untuk mempromosikan produk-produk andalannya. Saya sendiri punya teman yang menjual produk fashion melalui akun facebook dan instagramnya. 

Berbicara mengenai e-commerce dan bisnis online, pastinya melekat dong dengan bagaimana cara pengantaran suatu barang hingga bisa sampai ke tangan konsumen dengan selamat dan tepat waktu. Selamat dan tepat waktu maksudnya barang yang dikirim utuh, tidak pecah, dan sampai ke tujuan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Kita tentunya butuh perusahaan ekspedisi dan logistik yang kredibel dan bisa dipercaya. JNE misalnya. Berdasarkan pengalaman, beberapa e-commerce tempat saya berbelanja online menggunakan jasa JNE. Dua atau 3 hari setelah saya melakukan pesanan, barang sampai ke tempat saya dengan kondisi baik. Saya tentunya sangat puas dengan hal ini. 
Penimbangan dan pengepakan barang di JNE. Sumber : kontan.co.id
JNE merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa kurir ekspedisi dan logistik yang memiliki pangsa pasar cukup besar di Indonesia. JNE berdiri pada tanggal 26 November 1990 di bawah naungan PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir dengan fokus pada pengiriman domestik dan internasional. Kiprahnya melang melintang di bidang ini sudah tidak diragukan ini. Usianya sudah lebih dari seperempat abad. Ya pada tanggal 26 November 2016 ini, JNE genap berusia 26 tahun. 26 tahun JNE mewarnai negeri. 26 tahun JNE merajut kisah. Sungguh sebuah perjalanan panjang yang sarat dengan berbagai pengalaman.

Demi berbagi kebahagiaan di usianya yang sudah menginjak 26 tahun, JNE memberikan promo Hari Bebas Ongkos Kirim atau Harbokir selama 2 hari berturut-turut, yakni dari tanggal 26-27 November 2016. Yeiiii! Tentunya para online shop dan kamu yang akan mengirim barang pada tanggal tersebut bakalan seneng nih. Iya enggak?

Lanjut...

Nah, untuk meningkatkan kualitas layanannya, JNE pun melakukan berbagai inovasi. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi My JNE yang bisa diunduh di Play Store. Melalui aplikasi tersebut, kamu bisa mengecek informasi tarif JNE di seluruh Indonesia sekaligus tracking kiriman. Selain aplikasi My JNE, JNE juga mengembangkan layanan PESONA atau Pesanan Oleh-Oleh Nusantara. Program PESONA tersebut bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas daya saing pelaku Usaha, Mikro, Kecil, menengah, dan Koperasi (UMKMK), terutama pelaku usaha yang fokus di industri kuliner. Saat ini sudah ada sekitar 200 UMKMK hasil kerjasama dengan pihak JNE yang menawarkan lebih dari 3000 jenis kuliner lokal.
Pada tanggal 22 November lalu, bertempat di Plaza Senayan Jakarta, JNE mengadakan event "JNE Media & Blogger Gathering : Local Heroes Go Internasional." Adapun tema yang diusung yakni "26 Tahun JNE Menginspirasi Negeri." Dalam event tersebut JNE menghadirkan narasumber keren yang merupakan pelaku usaha di bidang bisnis online. Mereka adalah Jaya Setiabudi (founder yukbisnis.com) dan Ria Sarwono (brand & marketing of Cotton Ink). Pada tanggal tersebut linimasa twitter saya dipenuhi kicauan dan hestek #JNELocalHero. Sampai jadi trending topic coba. Mantap ya blogger jakarta. 
Jaya Setiabudi at JNE Media & Blogger gathering 2016. Sumber  : @tuti-utut 
Jika di Jakarta sukses menyelenggarakan event semacam itu, demikian pula di Yogyakarta. Kebetulan seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 19 November 2016, JNE mengajak blogger Jogja untuk menghadiri acara serupa. Mendengar kabar ini tentu membuat saya bersuka cita. Masih seputar inspirasi. Jika di Jakarta, JNE mengambil subtema "Local Heroes Go Internasional," dengan tema utama "26 Tahun JNE Menginspirasi Negeri," maka di Jogja tema yang diusung adalah "Menembus Batas Menjadi Inspirasi bagi negeri."

Adakah jejak-jejak inspirasi yang bisa dipetik?
Senja itu saya sudah bersiap menuju Hotel Harper Mangkubumi. Di sana ada sebuah event yang diselenggarakan oleh perusahaan jasa ekspedisi dan logistik terbesar di tanah air, apalagi kalau bukan JNE. Berdasarkan notifikasi yang saya terima di email, registrasi dimulai pada pukul 18.30. Tentu saja saya tidak boleh telat. Hotel Harper letaknya sendiri tidak jauh dari Tugu Jogja. Ini kali ketiga saya berkunjung ke Harper untuk memenuhi suatu undangan. Yang saya suka dari Harper, selain makanannya yang sangat yummy adalah desain interiornya yang cantik. Suasananya juga cozy serta alunan musiknya terdengar syahdu. 

Sesampainya di Harper, ternyata acara belum dimulai. Berlokasi di  Rustik Resto & Bar Harper, JNE mengundang sekitar 50 orang yang terdiri dari blogger dan beberapa awak media. Saya pun menyiapkan amunisi berapa smartphone dan mencari seat kosong yang letaknya strategis buat mengambil foto. Soalnya saya dengar ada live tweet competition berhadiah smartphone. Pasti mupeng kan jadinya? Hehehe... Siap-siap twitter ramai dengan hestek #HarblognasJNE. Selain live tweet competition, nanti bakalan ada undian rate aplikasi MY JNE.

Beberapa saat kemudian saya menemukan posisi yang pas. Saya duduk disamping Mbak Dian Farida. Tak selang berapa lama banyak blogger yang sudah hadir. Sang pemandu acara, Mbak Kurnia Kartikawati atau kerap dipanggil Qhachan menyapa dengan ramah blogger-blogger yang hadir. Suasana pun menjadi hangat. Suasana menjadi semakin seru ketika Qhachan mengumumkan akan membagikan doorprize. Kami diminta membuka taplak meja di hadapan kami. Di antara sekian taplak meja yang ada, di bawahnya diselipkan kertas berlogo JNE. Nanti kertas tersebut bisa ditukar dengan hadiah yang telah disediakan panitia. Wuihhh. Sayangnya saya bukan orang beruntung yang mendapatkan doorprize tersebut. Hiks :'( 

Acara dilanjut dengan sambutan (welcoming speech) dari Branch Manager JNE Express Jogja, Bapak Adi Subagya. Pada kesempatan kali ini, Pak Adi mengapresiasi blogger dan semua pegiat online yang telah bersama-sama memajukan dunia e-commerce Indonesia. Review blogger sangat berpengaruh terhadap reputasi sebuah brand. Blogger melalui media sosialnya juga bisa berperan sebagai endorser atau buzzer yang memperkenalkan produk-produk lokal kepada publik. Pertumbuhan e-commerce yang cukup signifikan berpengaruh sangat besar terhadap jasa ekspedisi dan logistik seperti JNE ini. 

Di tahun 2006, JNE hanya mengantar 600 Kg paket saja per harinya. Sekarang JNE mampu mengantar paket hingga 10 ton per hari. Wow! Maka tak heran, kini JNE bermimpi mampu membidik omset sebesar 5,75 triliun. Fantastis!

Pak Adi menambahkan bahwasanya JNE pada tanggal 26 November ini merayakan ulang tahunnya yang ke-26. Adapun pemilihan kata Harblognas sendiri merupakan singkatan dari Hari Blogger Nasional. Meskipun Hari Blogger Nasional jatuh pada tanggal 27 Oktober silam, tetapi momen tersebut masih layak dirayakan bersama ulang tahun JNE. Hadirin yang hadir kemudian memberikan applause kepada Pak Adi. 
Pak Subagya memberikan welcoming speech. Dokumentasi pribadi.
Acara berikutnya yakni hiburan dan makan malam. Yeiiiii! Mbak Winda Carmelita menghibur tamu undangan dengan suaranya yang merdu. Aseekkkkk. 

Saya melihat-lihat menu yang ada. Sebagian besar menu yang ada di Harper berupa Continental Food alias makanan Eropa. Ada lasagna, spagetti, burger, salad, pizza, serta aneka cake yang menggoyang lidah. Menu lokal juga ada kok. Di sini saya mencoba sate dan juga sup jagung. 
Aneka pilihan menu di Rustik Resto & Bar Harper. Dokumentasi pribadi
Ini apa coba? Pizza dicampur sosis, kentang dan juga sate. Benar-benar pilihan yang aneh. Dokumentasi pribadi
Cakenya imut dan lazisssss abisss. Suka tampilannya yang super catchy! Dokumentasi pribadi.
Menjelang acara inti, Qhachan menyambut Pungki Prayitno selaku moderator yang akan mendampingi 3 narasumber yang akan berbagi cerita dan inspirasi. Siapa saja mereka guys? Mereka adalah Pak Marsudi (Head of Regional JNE wilayah Jateng-DIY), Grace melia (parenting blogger dan pendiri Rumah Ramah Rubella), dan Uphie Mashar (pebisnis online dan pemilik @stupidroom). Acara ini dikemas layaknya bincang-bincang santai ala talkshow. 
Dari kiri ke kanan. Pungki Prayitno. Pak Marsudi, Grace melia, dan Uphie Mashar. Dokumentasi pribadi
Wanita muda dan cantik bertubuh mungil itu bernama Grace Melia. Sungguh tak disangka, buah hati pertamanya yang bernama Ubii menderita Congenital Rubella Syndrome. Virus Rubella yang menyerang Ubii berpengaruh pada perkembangan kondisi psikomotoriknya. Special kids need special parents. Grace sadar buah hatinya membutuhkan perawatan khusus. Tak kenal lelah, dengan penuh cinta Grace terus memperjuangkan Ubii melalui berbagai perawatan dan fisioterapi. Grace kemudian berinisitif mendirikan Rumah Ramah Rubella sebagai tempat berbagi informasi seputar TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV dan Herpes Simpleks), tips-tips parenting dan sebagainya. Grace juga kerap berbagi cerita di blog pribadi. Lambat laun banyak orang simpati lalu tertarik pada kisah hidupnya. Kegigihanya melawan virus rubella melalui Rumah Ramah Rubella diganjar berbagai penghargaan. Penghargaan tersebut di antaranya diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada Grace sebagai Woman As An Agen Of Change Kartini Next generation 2014

Awal ngeblog Grace memikirkan bagaimana caranya agar blognya bisa populer seperti blogger-blogger lainnya. Grace kudu muter otak. Berbekal pengalamannya menjadi orangtua dan mengasuh buah hatinya. Grace memilih tema parenting. Personal branding adalah senjata utama. Selebihnya sebagai blogger kita kudu mempelajari dan mengembangkan ilmu terkait teknis blogging seperti SEO (Search Engine Optimization), desain grafis, fotografi, videografi, koding, dan sebagainya. Lambat laun, Blog Grace disukai banyak orang. Trafik dan visitor pun meningkat. Peningkatan ini berpengaruh pada sejumlah tawaran job review dan kerjasama dari berbagai brand. Saya masih ingat, bulan Maret lalu Grace bekerjasama dengan JNE mengadakan giveaway berupa review aplikasi MY JNE. Hadiahnya... ahaiiii kece lho. Ada voucher belanja senilai ratusan ribu dan juga grand prize 3 smartphone keren (Sony Xperia M5 Aqua, Samsung Grand Prime VE, dan Samsung Galaxy J1 Ace)

Jadi blogger jangan baperan! Jangan pula minder melihat prestasi blogger lain. Progresif dan inovatif adalah kata kuncinya. Grace berpesan, sebagai blogger kita kudu kreatif dan inovatif dalam mengembangkan konten dan ide-ide. Apalagi jika semisal dunia blogging sudah tidak diminati lagi Misal lho ya. Terus asah kemampuan pada bidang yang lain dan kreasikan hal tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Misal nih ya, kemampuan di bidang vlogging dan blogging jika disatukan akan menjadi poin plus tersendiri. 
***
Jika JNE di Jakarta menghadirkan Jaya Setiabudi sebagai narasumber sekaligus pelaku bisnis online, JNE di Jogja menghadirkan Uphie Mashar. Siapakah dia? Uphie adalah pemilik akun instagram @stupidroom yang menjual produk-produk impor berkualitas. Sungguh tak disangka, kisah perjalanan hidupnya ternyata penuh liku. 

Berkali-kali lamaran kerjanya ditolak perusahaan. Pernah juga diusir dari kostnya karena tak mampu membayar biaya sewa. Pernah pula diremehkan orang. "Buat apa kuliah? Selepas kuliah paling ujung-ujungnya nikah!" Demikian nada-nada sumbang dari orang yang pernah merendahkannya. Berderai air mata perjuangan wanita bernama lengkap Uphie Mashar tersebut. 

Suatu ketika salah seorang sahabat mengajaknya berjualan online sembari mencari kerja. Pelan tapi pasti, apa-apa yang diusahakan Uphie membuahkan hasil. Jerih payahnya berjualan online mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan lebih dari itu. Penghasilannya per bulan dari bisnis ini terbilang cukup fantastis. 

Jika ditanya apa yang membuat Uphie mampu bertahan di masa-masa sulit? Doa dan motivasi ibulah jawabannya. Motivasi ibunyalah yang membuat bara kecil di dadanya terus berkobar, mengantarkan Uphie menjadi pebisnis online sukses seperti sekarang ini. 
***
Kiprahnya selama 21 di perusahaan ekspedisi dan logistik JNE mengantarkan Pak Marsudi hingga menjabat sebagai Head of Regional JNE wilayah Jateng-DIY. Apa yang menjadikan JNE mampu bertahan di tengah gempuran para kompetitior? Pak marsudi memaparkan beberapa poin kunci.

Poin pertama, inovasi. Dengan hadirnya inovasi, JNE berupaya menawarkan kemudahan dan solusi bagi para pelanggan atau konsumen. Inovasi inilah yang menjadikan JNE terdepan, terpercaya, serta menghasilkan layanan yang unggul. Seperti sudah dijelaskan di atas, aplikasi MY JNE adalah salah satu inovasi yang dikembangkan JNE (7 magnificent of JNE), selain JNE-PopBox, @Box prepaid, JNE Super Speed, JNE Internasional Shipment,  layanan CD musik, terakhir JNE Trucking.

Poin kedua, kolaborasi dan sinergi. JNE berkolaborasi dengan dunia e-commerce dan pelaku bisnis online. Sebab, perkembangan e-commerce berdampak signifikan terhadap pertumbuhan JNE. Melalui sinergi dengan blogger, JNE yakin iklim bisnis Indonesia semakin baik. Blogger berperan sebagai reviewer, buzzer, dan juga endorser sebuah produk yang mana memberikan nilai tambah dan reputasi positif sebuah brand.

Poin ketiga, berbagi. Pak Marsudi menuturkan, 2,5% dari keuntungan yang dihasilkan JNE digunakan untuk sedekah. Sedekah ditujukan kepada anak yatim, kaum dhuafa, dan juga mereka yang membutuhkan. Dengan berbagi bertambah rizki. Sepakat?
***
Bagaimana pemirsa? Semoga jejak-jejak inspirasi dari narasumber di atas menjadikan kita berbenah ke arah yang lebih baik. Kita semakin persisten, inovatif, kolaboratif, serta kreatif dalam mengembangkan ide-ide dan juga life skill.

Saya tengok jam di layar ponsel. Ternyata waktu hampir mendekati jam 21.15 WIB. Detik dan detak berlalu. Tak terasa bincang inspiratif berlalu begitu cepat. Tahu-tahu sudah di penghujung acara.

Terakhir Qhachan akan mengumumkan pemenang live tweet competition (pemenang berdasarkan tweet teraktif) dan juga rate aplikasi MY JNE (pemenang diundi). Jeng...jeng...jeng. Jadi deg-degan. Saya berdoa dan memejamkan mata. Berharap bisa membawa pulang hadiah. Tak berselang lama, 2 pemenang live tweet competition diumumkan. Juara pertama mendapatkan smartphone (@dityatuxlin). Juara kedua mendapatkan bingkisan (@AriefRamadhan88). Untuk pemenang rate aplikasi juga mendapat bingkisan.

Ternyata eh ternyata, nama saya tidak nyangkut sebagai pemenang baik di live tweet competition maupun rate aplikasi MY JNE pemirsa. Hiks. Tapi tak apalah. Yang penting saya bisa pulang membawa kaos cantik dan 2 voucher ini. Yeeiiiii!!! Bisa belanja-belanja asyik di Indomaret. Proud Blogger. Saya suka tulisannya. Cakep kan kaosnya?
Suka kaos dan vouchernya. Dokumentasi pribadi.
Sebelum acara berakhir, Qhachan mewakili JNE mengucapkan terima kasih kepada para blogger yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di event Harblognas JNE, "Menembus Batas Menjadi Inspirasi Bagi Negeri." harapan saya, semoga di usianya yang ke-26 tahun ini semakin banyak inspirasi yang ditularkan JNE. Always connecting happinessSee you next time
Sesi terakhir. Foto bersama blogger Jogja dan JNE. Dokumentasi ; Winda Carmelita

12 komentar:

  1. Berarti...klo suatu hari aku lihat cewek make kaos bertuliskan Proud Blogger...berarti itu Arinta..☺☺

    Perjalanan JNE hingga seperti saat ini..pasti juga karena layanannya yang prima, jadi tetep disuka sama penggunanya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha semua dapet kasonya kok mbak :)

      Iya mbk, aku klo kirim2 barang JNE lah jagonya :)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Ane juga paling sering pakai jasa JNE untuk pengiriman..
    yang ane suka adalah counternya deket rumah n buka sampai malam. Hahaha

    BalasHapus
  4. Aku yang paling mudah minder, merasa kurang percaya diri jika berkumpul dengan komunitas semacam ini. Oh iya, aku pengguna jasa JNE sampai saat ini. Merasa puas dengan pelayanannya.
    Jadi ingin lebih mengenal dengan mbak Grace Melia. Biar ketularan tangguhnya.

    BalasHapus
  5. Paling mantap deh mbak arinta ini, kalau nulis totalitas banget. Dari A sampai Z diceritain semua hehehe

    Kalau JNE sih sejauh ini saya mendapatkan layanan yang baik darinya, ya walaupun saya pernah sih barang udah seminggu lebih belum sampai di rumah, saya cek ternyata terpending di warehouse JNE gara gara paket pengiriman yang saya gunakan belum available di daerah, jadinya saya harus mengambilnya langsung ke warehouse tersebut. :v

    BalasHapus
  6. Sy kirim alat interpreter dari Jakarta, perkiraan 2 hari sampai. Eh ternyata baru 1 hari sudah sampai,, top banget JNE.... Customer rental alat interpreter kami puas karena bisa tepat waktu.

    rental alat interpreter

    BalasHapus
  7. uuhuy..selamat yak..juara 1:)

    BalasHapus
  8. Juara kedua live tweet padahal saya lho Mbak. Hihihi. Salam kenaaaal \o/

    BalasHapus