Kamis, 01 Oktober 2015

Tuhan Maha Cinta

Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu
Cinta dariNya menjawab semua masalahmu
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman
Perangi neraka di dalam hatimu
Damaikan jiwamu dengan cinta Dia
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh
Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu

Serahkan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepadaNya
CintaNya adalah jawabanNya 
Karena Tuhanlah Maha Cinta

Tuhan kau Maha pengasih
Tuhan kau maha penyayang
Serahkan, ikhlaskan, pasrahkanlah
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya
Tuhan kaulah sang pencerah

Tuhan Maha Cinta. Pernah dengar lagu ini sebelumnya? Lagu ini merupakan original soundtrack film SANG PENCERAH. Sang Pencerah, film yang dirilis tahun 2010 dan disutradarai Hanung Bramantyo ini mengisahkan seorang tokoh sejarah Indonesia pendiri organisasi Muhammadiyah. Beliau adalah Kyai Haji Ahmad Dahlan. 

Lagu Tuhan Maha Cinta yang aku sebut di atas dinyanyikan oleh Nidji. Perhatikan, pemilihan kata-kata dalam lirik lagu tersebut indah ya? Coba dengar deh lagunya secara keseluruhan, lalu ulang-ulang terus. Lagu Tuhan Maha Cinta mampu membius sampai ke relung jiwa paling dalam. Memberikan kedamaian di dalam hati. Menjadikan kita dekat dengan Allah Sang Pencipta.

Aku menemukan lagu ini ketika mencari-cari file lagu lama. Eh, ternyata aku punya OST-nya Sang Pencerah tho? Baru nyadar. Memang beberapa hari ini merasakan suatu kehampaan. Kehampaan yang tidak aku mengerti kenapa. Hey, ini bukan karena aku masih berstatus jomblo belum lulus dan diwisuda dari kampusku UNY. Toh aku kudu menyelesaikan satu mata kuliah lagi semester ini, yakni penganggaran. 

Karena hampa, aku sering menyetel lagu-lagu religi yang dibawakan Shaka, Jamus Kalimasada, dan Maher Zain. Dalam kontemplasi yang terdalam aku berintrospeksi dan mengevaluasi perjalanan hidupku selama kurang lebih 4 tahun di Jogja. Ah, banyak sekali kekhilafan-kekhilafan yang kubuat. Baik secara sadar maupun tidak sadar. Ingin sekali aku menghaturkan permintaan maaf dan ucapan terima kasih sedalam-dalamnya kepada dosen-dosen akuntansi UNY yang begitu luar biasa. Terutama kaprodiku Bu Dyah dan pembimbing akademikku, Pak Kirno. Juga tak lupa rekan-rekan di kelas akuntansi 2011 kelas A dan rekan organisasiku. Selama beberapa bulan aku menghilang dari kampus. Kontemplasi. Merenung. Instrospeksi. Mencari kedamaian di Gua Hiro-ku. 

Sungguh, indah sekali perjalanan ini. Perjalanan yang telah Tuhan gariskan untukku. Aku percaya dan yakin bahwasanya Tuhan telah menciptakan masa depan yang indah untuk seorang Arinta Setia Sari. Meski masa depan itu abstrak, tapi bolehkan kita bersandar pada Tuhan agar memilihkan takdir terbaik untuk diri ini.

Tuhan Maha Cinta. Sengaja aku pilih lagu ini untuk postingan blog yang ke-41. Lagu ini seperti jawaban atas resah gelisahku. Mari kita break down satu persatu. Aku juga menulis postingan ini sembari mendengarkan lagu tersebut. Berkali-kali. kuulang-ulang tanpa bosan.
________________________________________________________________________________
Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu
Cinta dariNya menjawab semua masalahmu 

Adalah wajar jika manusia berhadapan dengan problematika hidup. Aku pun demikian. Jika dirasa-rasa dan ditahan-tahan, barangkali tembok pertahanan ini serasa mau jebol. Seberapa kuat usahaku untuk tegar dan bertahan menghadapi problematika tersebut. Aku memang rapuh. Aku tidak bisa menceritakan secara detail hal apa saja yang sedang kuhadapi saat ini. It is complicated. Salah satu yang kuhadapi berkaitan dengan hubungan orangtua-anak. Between me and my parent (sorry, i cant tell you more here).

Dulu, aku membenci diriku sendiri. Mempertanyakan berulang-ulang kepada Tuhan kenapa aku dilahirkan di dunia ini. Seperti aku tidak memiliki tujuan hidup. Hampa. Orang tua yang idealnya sebagai tempat berbagi cerita kurang bisa aku andalkan. Mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri. Meski kadang ayahku sesekali menelpon menanyakan bagaimana keadaanku di sini.

Sepertinya aku memiliki gangguan emosi yang cukup serius.

Maka dari itu, aku mencoba mendekatiNya. Bukankah Dia dekat? Aku pernah mendengar jika kita mendekat dengan berjalan, Tuhan akan mendekat dengan berlari. Aku mendekat. Tuhan mendekap.

Mungkin juga salahku. Aku terlalu fokus pada upaya-upaya duniawi, tanpa menyelaraskan diriku dengan diriNya. Namun tak mengapa. Aku masih diberi kesempatanku untuk kembali. Kembali ke jalan cinta Tuhan. Jalan cinta para pejuang. 
________________________________________________________________________________
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman
Perangi neraka di dalam hatimu
Damaikan jiwamu dengan cinta Dia 
Tuhan tidak tidur. Dia mengetahui dan memahami apa yang aku rasakan. 

Percuma membenci. Percuma memaki dan menyalahkan. Justru hal demikian akan membuat keratan dan rasa ngilu di hati. Berdamai dengan diri sendiri dan sikap memaafkan adalah pilihan yang harus kutempuh. 
________________________________________________________________________________
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh

Tahukah kamu hal-hal sederhana apa yang membuat hati ini bahagia? Sederhana kok. Berbagilah kebahagiaan yang kita miliki kepada sesama. Berempati. Selain itu, kita bisa membantu teman atau saudara ketika mereka kesulitan. 

Contohnya, suatu ketika rekan kosku Nurul datang ke kamarku karena file dalam flash disk yang dipakainya disembunyikan oleh virus. Padahal dia membutuhkan data dalam file tersebut. Di laptopku data tersebut juga tidak bisa terbaca. Meski sudah aku pindai beberapa kali menggunakan antivirus. 

Akhirnya aku googling bagaimana cara membuka file yang disembunyikan virus. Setelah aku otak-atik melalui serangkaian trial and error, akhirnya file tersebut bisa dibuka dan dibaca. Fiuhhh sungguh rasanya bahagia dan puas. Baru pertama kali aku melakukan hal tersebut. And it works! Rekanku juga puas karena file tersebut bisa dibuka. 

Tadi juga, Ira meminjam laptopku barang sejenak untuk mengirim email berisi tugas autobiografi seorang tokoh.  

Hal-hal di atas adalah tindakan sederhana. Namun sangat berdampak kepada rekan atau sahabat kita yang membutuhkan. Memberi bantuan tidak harus berbentuk materi. Tetapi bisa juga immateri. Selama diri ini masih mampu membantu saudara atau rekan yang membutuhkan, kenapa tidak? 
________________________________________________________________________________ 
Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu 

Bersyukur atas anugerah-anugerah Tuhan merupakan salah satu bentuk terapi jiwa. Kenapa demikian? Karena dengan bersyukur kita menjadi bahagia. Kita merasakan kedamaian di hati. 

Ada banyak kisah-kisah orang-orang yang jauh kurang beruntung dibandingkan kita. Bayangkan, bagaimana hidup penuh ketakutan, ancaman, bahkan kematian melanda saudara-saudara kita di sebagian negeri Timur Tengah dan Afrika. Penuh konflik , gejolak, dan kegetiran. Ingin kabur ke negara lain juga tidak bisa. Sedangkan di negeri sendiri diperlakukan tidak manusiawi. Beruntunglah kita yang lahir di negeri bernama Indonesia. 

Asahlah empati untuk terus peduli. Maka dari itu kita mampu bersyukur. 
________________________________________________________________________________
Serahkan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepadaNya

Dalam kajian vibrasi yang disampaikan oleh Mas Arif Rh melalui suatu rekaman suara di Youtube, Mas Arif menjelaskan tentang konsep vibrasi, ketidakmelekatan, dan sikap letting go (memasrahkan diri kepada Tuhan). Mas Arif sendiri adalah seorang trainer di bidang pemberdayaan diri berbasis vibrasi dan fisika kuantum.

Vibrasi? Apa itu? Akan kucoba jelaskan dengan bahasa yang sederhana. Pikiran dan perasan kita adalah medan energi. It can vibrate, alias bergetar. Getaran tersebut bisa mempengaruhi sekitarnya. Contoh simpelnya, seorang ayah yang memarahi anaknya dengan gertakan dan ancaman (dengan maksud baik  ingin memberi pelajaran), kemungkinan besar sang anak tidak akan menurut bahkan semakin membangkang. Anak terluka dan semakin membenci sang ayah. Perhatikan bagaimana intonasi, tekanan, dan kata-kata yang dipilih sang ayah.  Dari mana kata-kata kasar sang ayah tersebut? Tentu saja dari pikiran dan perasaannya yang saat itu sedang ruwet. Vibrasinya buruk.

Untuk penjelasan lebih lengkap, bisa kamu klik web-nya Mas Arif di The Miracle of Vibration. Berpikir positif dan luwes adalah salah satu strategi mengelola emosi dan juga vibrasi.

Selanjutnya, ketidakmelekatan dan sikap letting go (melepaskan atau memasrahkan). Ini bagian yang cukup sulit aku jelaskan. Aku saja masih belajar mendamaikan perasaanku sendiri. Intinya sikap tidak melekat merupakan suatu upaya agar diri ini tidak terlalu ngotot dan ngoyo dalam mengejar atau mengharapkan sesuatu (apalagi pakai cara maksa-maksa Tuhan untuk mengabulkan segala keinginan kita). Sedangkan sikap letting go lebih menjurus pada upaya berbuat semaksimal yang kita mampu sekaligus memasrahkan hasil terbaik hanya kepada Tuhan. 
***
Sedikit cerita. Dulu di tahun 2013 hingga 2014, aku pernah mengagumi (jatuh hati) pada seseorang secara diam-diam. Dia anak teknik sipil. Sebut saja namanya Sandy (nama samaran). Sandy, meskipun kelihatan berantakan dan enggak jelas, tetapi dia ini sebenarnya cerdas. Sandy asyik kalau diajak ngobrol. Orangnya gokil. Suaranya bagus, apalagi kalau main gitar. Dia juga pecinta alam dan hobi naik gunung. Tuh anak kadang juga menyebalkan. Meskipun demikian, di tahun 2014 dia berhasil meraih medali emas PIMNAS. 

Hal yang indah saat bersamanya adalah ketika dia sedang membuat desain rumah 2D menggunakan autocad. Aku diminta memberikan masukan mengenai beberapa bagian gambarnya. Lebih baik menggunakan material ini atau itu. Aku jadi kepikiran seandainya ada seorang pria yang mau merancang masa depan bersamaku seperti itu. Duh romantisnya.

Dulu aku tergila-gila padanya. Kegilaanku begitu hebat. Begitu melekat. 

SKIP. 

Apakah kini aku masih tergila-gila padanya? Aku rasa tidak. I have three reasons. Pertama aku sudah menanamkan chip di alam bawah sadarku agar aku tidak melekat. Aku juga memasrahkan takdir cintaku hanya kepada Tuhan. Kedua, aku juga sudah jarang bertemu dengannya. Kalau bertemu mungkin akan biasa saja. Tidak akan muncul gejolak-gejolak seperti dulu-dulu. Ketiga, aku merasa nyaman menjadi seorang jomblo. Jomblo itu merdeka. Tidak melekat. Tidak terikat.

Sudah nangkep kan maksud dari lirik Serahkan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepadaNya? Berbuatlah yang terbaik. Jangan melekat, apalagi memaksakan. Selanjutnya serahkan hasilnya kepada Tuhan. Ini berlaku untuk urusan di bidang apapun. Tidak melulu perkara cinta.
_______________________________________________________________________________ 
Tuhan kau Maha pengasih
Tuhan kau maha penyayang
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya
Tuhan kaulah sang pencerah

Menurutmu apa yang yang membuat seseorang bisa masuk surga? Amal ibadah atau kasih Tuhan? Ah kamu pasti sudah bisa menjawabnya. Tentu saja kasih Tuhan. Mau amal ibadahnya sebesar gunung seluas lautan tetap tak berguna jika Tuhan tak berkehendak. Karena bisa jadi kebaikan-kebaikan yang dilakukan selama ini demi tujuan pencitraan, peningkatan popularitas, pamer dan sebagainya. Bukan ikhlas karena Tuhan. Maka dari itu penting sekali menyelaraskan diri dengan Tuhan. Mendekatlah. Agar segala kebaikan dan mimpi-mimpi direstuiNya. 

Pada akhirnya, hanya orang-orang yang tercerahkan pikirannya yang mau memahami hakikat kehidupan. May peace be upon us.
_____________________________________________________________________________
The Last. Lirik tambahan. Maknai sendiri.

Terkadang hidup memang berat
Membuat kita hampir menyerah 
Tapi aku percaya Engkaulah pelindungku
penciptaku dan hidupku
Sabarkan hatiku kuatkan imanku
berkahi aku dan keluargaku dengan rahmatMu
Tuhan kaulah cintaku

9 komentar:

  1. Terima kasih untuk tulisannya, ya. Bikin saya merenung juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Mira :)
      Saya menulis juga selain untuk kontemplasi, juga untuk terapi

      Hapus
  2. Saya juga baru tau ttg Vibrasi ini. Jika positif maka akan berpengaruh positif pd org disekitarnya, begitu pun sebaliknya...

    BalasHapus
  3. Konsep vibrasi hampir mirip dengan LOA (Low Of Attraction). Klo vibrasi ada unsur ketidakmelekatan dan sikap letting go alias memasrahkan hasil terbaik kepada Allah setelah kita memberikan upaya terbaik. Allah tahu mana doa-doa hamba yang sungguh-sungguh mengupayakaNya. Pun jika tidak terwujud akan diganti bentk lain yg lebih baik. Just let it go :) #Bismillah

    BalasHapus
  4. saya nonton Sang Pencerah di yutub, bagus!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai saat ini saya belum nonton :( hiks

      cuma suka ajadenger soundtracknya yg dibawain Nidji :D

      Hapus
  5. Kisahnya inspiratif, keren dipoles dikit kirim ke media :)

    BalasHapus