Rabu, 12 Agustus 2015

Big Hero 6 : Living Imagination

Dua hari yang lalu aku nonton animasi berjudul Big Hero 6. Film ini merupakan proyek kolaborasi 2 perusahaan besar Disney dan Marvel. Disney, raksasa di industri film dan animasi, sedangkan Marvel raksasa di industri komik. Coba mari kita sebut film apa saja yang sudah diproduksi Disney. Pernah nonton Wreck it Ralph, Tangled, Frozen, Maleficent? Ah itu cuma sebagian kecil saja film produksi Disney. Lagian yang aku sebut adalah film-film yang sudah aku tonton. Masih banyak memang judul-judul yang belum aku sebut. Coba deh kamu inget-inget lagi fillm Disney yang udah kamu tonton. Boleh nanti mention ke twitter aku di @ArintaSetia buat bahan diskusi.

Marvel sendiri adalah raksasa di industri komik. Rival berat DC Comics. Buat kamu penggemar aksi-aksi heroik para superhero pasti dah tahu mana karakter superhero garapan Marvel dan DC Comics. Aku kasih contoh beberapa nih. Captain America, Spiderman, Hulk, Iron Man, The Avenger adalah karakter-karakter buatan Marvel. Marvel punya banyak karakter superhero sih sebenarnya, tapi yang populer ya yang aku sebut di atas. Kalau DC Comics punya karakter Batman, Superman, Green Arrow, Catwoman. Tapi di sini aku enggak akan ngulas tentang Marvel atau DC Comics dan jika kamu masih kurang puas dengan penjelasanku, kamu bisa tanya ke Om Wiki atau Mbah Google.

Tapi tahu enggak kalau ternyata Disney dan Marvel mau bekerjasama buat animasi lho. Big Hero 6 adalah komik buatan Marvel yang difilmkan oleh Disney. Disney terbiasa dengan genre fantasi sedangkan Marvel lebih cenderung ke fiksi ilmiah dan misteri. Ini keren menurutku. Film ini digarap dengan serius. Konten cerita atau storytelling dan grafisnya memukau. Tak heran, film ini berhasil menjadi salah satu film animasi terlaris di tahun 2014. Kalau penghargaan? Big Hero 6 berhasil meraih penghargaan best animation di perhelatan Academy Award atau Oscar 2014. Tahun 2015, Big Hero 6 terpilih sebagai Favorite Animated Movie melalui ajang bergengsi Kids Choice Award. Aku tengok di IMDb rate-nya 7,9 dari skala 1 sampai 10. Not bad.

Aku jatuh cinta pada Big Hero 6. Meski aku cukup ketinggalan nonton film tersebut, sebab Big Hero 6 rilis menjelang akhir tahun 2014, tepatnya di Bulan November sedangkan aku baru menontonnya 2 hari lalu. Oh Arinta, ke mana aja kamu selama ini?

LIVING IMAGINATION

Di suatu sudut gang yang remang-remang di belantara kota San Fransokyo terjadi duel seru antara 2 robot. Robot pertama milik seorang bernama Yama. Yama ini gangster. Dia gemuk dan terlihat licik. Lawannya seorang cewek berambut merah yang sangat yakin bisa mengalahkan Yama. Finally, Yama memenangkan duel tersebut.

Robot Yama memiliki mekanisme pertahanan yang tangguh. Merasa paling kuat di antara para petarung membuat Yama jumawa, tak ada seorang pun yang berani melawannya. Hingga datanglah bocah cupu itu. Maksudku bocah dengan wajah sok innocent.

Dia bernama Hiro Hamada. Hiro memiliki robot yang terlihat lemah dan mudah terkalahkan. Merasa di atas angin Yama meremehkan kemampuan robot Hiro. Di babak awal Hiro kalah, tapi tunggu sampai Hiro mengaktifkan mode megabot. Di babak kedua, robot milik Yama dibantai habis-habisan oleh robot Hiro.

Tak terima dengan kekalahan tersebut, Yama menyuruh anak buahnya untuk menghabisi Hiro seketika itu juga. Hiro ketakutan. Tiba-tiba seorang pemuda datang dengan skuter merahnya. Dia datang untuk menyelamatkan Hiro. Dia tak lain, Tadashi. Kakak kandung Hiro. Aksi pelarian pun berlanjut. Namun sayang di ujung gang mereka dihadang oleh para polisi.

Adu robot merupakan pertarungan ilegal di San Fransokyo. Apes. kedua kakak beradik tersebut malah berakhir di penjara. Untung Bibi Cass datang memberi jaminan, sehingga mereka berdua berhasil bebas tak lama kemudian.

***

Tak ingin Hiro berakhir sia-sia di duel robot, Tadashi mengajak Hiro ke kampusnya, San Fransokyo Institute of Technology (SFIT). Hiro cukup jenius untuk merancang robot sehingga sangat disayangkan seandainya Hiro menghabiskan hidupnya untuk menjadi petarung robot yang tentu saja bisa mengancam keselamatan jiwanya.
San Fransokyo Institute of Technology (SFIT)
Laboratorium Robotika SFIT
Masuk lab
Di tempat tersebut Tadashi memperkenalkan Hiro kepada teman-temannya. Teman-teman Tadashi adalah sekelompok mahasiswa yang nerdy dan geeky. Mereka tak lain para kutu buku yang berkutat di laboratorium dan perpustakaan. Meskipun demikian, mereka sangat keren dengan penemuan-penemuannyadi bidang rekayasa teknologi.
Hiro and his team
Mari kuperkenalkan...

Go Go Tomago
Go Go Tomago ini tipe gadis bertampang urakan. Dia tomboi. Go go berkebangsaan Korea. Gogo memiliki rambut hitam yang sebagian dicat ungu. Matanya berwarna coklat

Gogo suka mengunyah permen karet di mana pun dia berada. Pernah suatu ketika Go Go meletakkan permen karet di dasboard mobil yang dikemudikan Wasabi.

Go go ahli di bidang mechanical engineering atau teknik mesin.Di kampus Go Go berusaha menciptakan sepeda supercepat yang dilengkapi dengan suspensi elektromagnetik

Honey Lemon
Honey lemon memiliki kepribadian yang hangat dan mudah bergaul dengan siapa saja. Dia paling tinggi di antara yang lain dan memiliki rambut berwarna pirang. Matanya berwarna hijau. Gadis berkacamata ini blasteran Latin Jepang

Honey Lemon adalah seorang fashionista yang doyan berfoto selfie di setiap kesempatan yang ada.

Keahliannya di bidang kimia terapan. Dia suka bereksperimen dengan berbagai material yang menimbulkan reaksi kimia dan ledakan.


Wasabi
Di antara mereka, Wasabi adalah orang yang memiliki tubuh paling besar. Meskipun demikian, dia kadang enggan untuk berkelahi. Wasabi memiliki rambut keriting dan mata cokelat. Dia keturunan Negro Jepang.

Dalam kondisi tertentu Wasabi mudah cemas. Dia orangnya tak mau jalan jika tidak diperintah. Dia tipe perencana dan taat pada aturan. Dia memiliki karakter yang berlawanan dengan Go Go. 

Wasabi seorang Chef koki. Tetapi dia juga punya keahlian di bidang fisika terapan. Penemuannya adalah laser plasma. Laser ini bisa memotong benda apa saja kecuali manusia. 
Fred

Fred. Cowok kumal yang katanya enggak mencuci bajunya selama enam bulan. Suka makan gratisan. Orangnya tinggi kurus. Fred ini blasteran Rusia Jepang.

Fred ramah dan mudah bergaul. Dia ini maskot kampus dan suka memakai kostum monster. Pernah suatu ketika Fred berimajinasi memakai kostum Kaiju yang menyemburkan api. 

Kesukaannya pada sains dan komik atau cerita fiksi ilmiah. Fred mengkoleksi action figure superhero.Tapi satu hal yang tidak disangka teman-temannya, Fred ini adalah anak orang kaya. Tetapi dia menyembunyikan identitasnya dan berlagak tak lebih dari  mahasiswa biasa penggila sains.  

Udah ya perkenalan singkatnya...

Kini kita beralih ke Hiro dan Tadashi. 
Hiro (kiri) & Tadashi (Kanan)
Di dalam lab robotika tersebut, Tadashi memberitahu Hiro tentang penemuannya di bidang robotika. Tadashi menciptakan robot bernama Baymax. Baymax berfungsi sebagai robot perawat kesehatan. Baymax ini terbuat dari serat vinil berwarna putih yang lentur dan antibocor. Baymax juga dilengkapi kamera hyperspectro, baterai ion lithium dengan rangka dari bahan titanium. Tadashi sendiri bilang kalau Baymax adalah jenis kecerdasan buatan yang diciptakan untuk memberi kebermanfaatan bagi manusia di bidang kesehatan.

Yang berkesan dari Baymax adalah kata-kata berikut :

  • "Hello, I am Baymax! Your personal healthcare companion." 
  • "Bata-lata-lata-la."
  • "On a scale of one-to-ten, how would you rate your pain?"
  • "Are you satisfied with your medical care?"
  • "Oh no." 

Tadashi adalah inspirasi sekaligus motivasi Hiro. Karena Tadashi-lah Hiro tertarik menjadi mahasiswa San Fransoskyo Institute of Technology (SFIT). Untuk menjadi mahasiswa SFIT tidaklah mudah, sebab Prof Callagan (ketua jurusan robotika SFIT) sangat selektif dalam memilih mahasiswanya. Apalagi Hiro cuma petarung robot dan usianya 14 tahun. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah. Peluang itu masih terbuka lebar. Setiap tahun SFIT mengadakan pameran teknologi yang memamerkan karya-karya mahasiswa SFIT di bidang rekayasa teknologi.  Melalui pameran tersebut Hiro harus mempresentasikan penemuannya sebagai syarat menjadi mahasiswa SFIT. Jika Prof. Callaghan tertarik, maka besar kemungkinan Hiro akan diterima di sana. 

Jika Tadashi menciptakan Baymax, Hiro membuat robot mungil bernama Microbot. Hiro memproduksi Microbot cukup banyak untuk ditampilkan di pameran teknologi mendatang. Microbot  ini dikendalikan melalui neurotransmitter yang dipasang di kepala Hiro. Microbot ini adalah inovasi menakjubkan di bidang teknologi robotika. Microbot dikendalikan oleh pikiran dan bisa membentuk apa saja, tergantung dari apa yang dipikirkan Hiro. Simulasi transportasi. Rancang bangun gedung. Bahkan bentuk telapak tangan manusia.
Hiro mempresentasikan Microbot di pameran teknologi SFIT
Presentasi yang dikemukakan Hiro menarik perhatian Prof. Callaghan dan juga Alistair Krei (konglomerat pemilik Krei Tech Industries). Setelah presentasi Prof. Callaghan berkata : 

Prof. Callaghan : "Aku akan menunggumu di kelas" 

sembari Sang Profesor menyerahkan sebuah surat invitasi dari kampus kepada Hiro. 

***

Konflik

1. Api berkobar-kobar membakar hampir seluruh gedung fakultas. Seseorang berkata bahwa profesor Callaghan masih di dalam gedung. Bukannya menjauh, Tadashi justru masuk ke dalam gedung untuk menyelamatkan nyawa Callaghan. Namun sayang, aksi heroisme tersebut tidak berarti apa-apa sebab tak lama setelah Tadashi memasuki bangunan, kobaran api menyebabkan ledakan hebat dan menghancurkan seluruh bangunan tersebut. Baik nyawa Tadashi atau Callaghan sama-sama tak terselamatkan. Microbot Hiro pun masih di dalam gedung dan hancur seiring ledakan gedung bagunan tersebut. Hiro menggila. Apakah gedung fakultas tersebut murni terbakar atau ada faktor kesengajaan?

2. Bersama Baymax, Hiro menemukan sebuah bangunan tua seperti pabrik yang sudah tidak beroperasi. Melalui atap jendela, Hiro memasuki bangunan tersebut. Hiro terkaget-kaget ketika mengetahui bahwa bangunan tua tersebut dijadikan sebagai tempat untuk memproduksi Microbot secara massal. Selain satu microbot yang digenggamnya, sisa-sisa microbot telah musnah seiring terbakarnya gedung fakultas tempo hari.

Hiro yakin ada sesuatu yang tidak beres. Hal mengejutkan berikutmya datang, seseorang memakai Topeng Yokai dan berbaju hitam mengendalikan microbot-microbot tersebut. Si topeng Yokai berupaya membunuh Hiro & Baymax saat itu juga, tapi mereka berhasil kabur. Hiro penasaran, siapa sosok di balik topeng yokai dan kenapa dia mengendalikan microbotnya?
A man behind the mask controlls microbots and destroys the building
Bagian apa yang paling aku suka? 

Big Hero 6 adalah kisah anak-anak muda anggota klub kutu buku nan geeky dari kampus SFIT yang berani memperjuangkan apa yang diyakininya. Mimpi. Imajinasi. Persahabatan.


Fred, si konyol nerdy pecinta sains dan cerita fiksi ilmiah itu berimajinasi menjadi monster kaiju yang bisa menyemburkan lidah api.

Apa yang Fred yakini menjadi kenyataan. Melalui imajinasi ala superhero-nya Fred sangat bersemangat untuk membantu Hiro mencari tahu siapa sosok di balik topeng yokai.

Honey Lemon tidak hanya bereksperimen dengan ramuan kimianya di lab, tetapi pengetahuannya akan reaksi kimia digunakan untuk membantu Hiro memecahkan misteri si topeng yokai.


Wasabi menciptakan laser plasma yang sangat tajam dam bisa memotong apapun, kecuali manusia. Penemuannya ternyata bermanfaat dalam tim. Laser plasma tersebut digunakan sebagai armor yang melindungi dirinya dari serangan si topeng yokai.




Go Go Tomago suka banget sama roda dan kecepatan. Penemuannya adalah sepeda supercepat di mana rodanya tidak memiliki hambatan. Roda inilah cikal bakal disk yang digunakan Go Go sebagai armor.




Bagian lain yang aku suka dari film adalah Kota San Fransokyo itu sendiri. Kota tersebut memadukan kultur dan kondisi sosial masyarakat San Fransisco dan Tokyo. Gedung-gedung pencakar langitnya itu lho. Jembatan, kafe, serta jalan raya. Imajinasinya itu lho. How come they make this amazing city?!

Mari Rayakan Mimpi dan Imajinasi  
"Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas. Sedangkan imajinasi meliputi seluruh dunia, merangsang pengetahuan, melahirkan evolusi." (Albert Einstein) 
Percaya enggak dengan quote di atas? Let me give examples...

Novel serial Harry Potter karangan J. K Rowling  tidak hanya mendunia, tetapi juga difilmkan, dibuat aneka suvenir mulai dari gantungan kunci, mug, tas, kaos, dan sebagainya. Selain film, ada juga game Harry Potter. Ini keren bukan? Harry Potter telah menjadi sebuah Brand dan intellectual property tersendiri. Ia juga punya fan base yang kuat. Harry Potter telah menjadi suatu ekosistem bisnis yang mendukung aneka industri. Dari sinilah mengalir pundi-pundi dolar. Ini menarik untuk dikaji. Mulanya Rowling berimajinasi tentang penyihir muda berkacamata dengan luka di dahinya. Imajinasi ini semakin menguat. Dituliskannya karakter penyihir muda tersebut secara detail hingga menjadi sebuah novel. Harry potter yang bermula dari imajinasi berhasil menciptakan perubahan di bidang bisnis, sosial, dan budaya.

Begitu pula dengan Big Hero 6. Film ini lahir dari komik keluaran Marvel yang kemudian dijadikan animasi. Ada kota keren San Fransokyo. Ada teknologi-teknologi canggih. Semua berawal dari imajinasi. Tak hanya difilmkan, tetapi juga dibuat game dan aneka marchendise seperti boneka, tumblr, kotak makan, cake dan sebagainya.

Imajinasi itu penting guys. Apalagi buat kamu yang terjun di industri kreatif. So, bagi kamu para pemimpi dan petualang, mari bersulang dan rayakan imajinasi. Mari rayakan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar