Rabu, 11 Maret 2015

Indonesian Virtual Reality Community (First Meet Up)

Hari senin, tepatnya tanggal 9 Maret kemaren aku diundang oleh Mas Adi, A.K.A Iki Mazadi untuk ikut acara Meet Up perdana IVR (Indonesia Virtual reality). Mas Adi buat acara melalui facebook. Nama acaranya Sharing & Meet Up Indonesia Virtual Reality #1. Acaranya terbuka untuk umum dan berlangsung di Jogja Expo Center. Isi dari kegiatan tersebut antara lain : Presentasi mengenai apa itu virtual reality. Masih asing bukan di telinga? aku juga demikian. Nah, maka dari itu aku ingin tahu seperti apa sih VR yang sering dibicarakan Mas Adi di Grup FB Indonesian Virtual Reality (Klik link berikut agar bisa bergabung dengan grup).
Berhubung hari itu hari senin pas jam kuliah padat-padatnya, aku enggak bisa ngajak teman. Padahal pengin ngajak teman kosku Biar seru. Yah walau aku kadang suka blusukan sendiri, tapi kan asyik juga kalau bisa ngajak partner of crime. Hehehe :D Them, karena enggak ada yang free antara jam 13.00 sampai jam 16.00 akhirnya kuputuskan ke JEC sendiri. Lagian  di sana pasti rame, bisa dapat kenalan baru.

Aku datang telat 15 menit. Untung acara belum dimulai. JEC rame banget. Bingung aku cari lokasi stage-nya di mana. Setelah muter-muter gak jelas, akhirnya ketemu juga dengan Mas Adi, dkk. Aku kenalan sama salah satu timnya Mas Adi, namanya Vivin. Masih muda. Baru setahun lulus SMK jurusan multimedia.Selain Vivin ada 2 cowok yang sebaya dengannya. Lupa aku namanya. Aku lebih banyak ngobrol dengan Vivin.

Vivin ternyata kenal sama teman-teman Animasi di IKITAS Semarang. Sebut saja Aaq, Kris Adicandra, Aditya Baharmoko, Fandi Nugroho Lutfi, dan juga Faisal Rizki. Vivin juga belajar bikin animasi Tido. Juga buat DIY Cardboard untuk Mobile Virtual Reality. Hey?! Jangan pikir DIY itu singkatan dari Daerah Istimewa Yogyakarta ya... Itu beda. Yang aku maksud di sini ada Do-It-Yourself alias produk kreatif buatan sendiri. Oke, Fine. Aku kasih liat gimana produk DIY cardboard buatan Mas Adi dkk biar enggak penasaran.
DIY Cardboard yang terbuat dari kardus
Aku pun turut menjajal bagaimana memasuki dunia Virtual yang tampak nyata tersebut. Kupasang Headset VR yang bernama Oculus Rift. Serasa bermain SAO. Tahu gak SAO? Itu lho anime jepang yang mengangkat cerita anak muda yang memasuki dunia game melalui sebuah alat yang bernama NerveGear. Kalau masih kurang jelas googling aja. Kata Mas Adi, seiring berjalannya waktu, jika memunkinkan di masa depan yang namanya NerveGear itu bukan sekedar mitos. Maksudku NerveGear bisa jadi nyata adanya dengan teknologi induksi pada saraf dan otak.Mumet kan? Ilmuku belum nyampe di sana bray. So woles aja dulu.
Ini Oculus Rift. DI Indonesia belum banyak yang jual. Kalau mau beli harus siap ngerogoh kocek dalam bentuk USD
Menjajal VR melalui Oculus Rift
Aqil, Anak Animasi ISI menjajal Oculus Rift
Aku malah diskusi sama anak-anak animasi ISI (Jilbab Cokelat)
Tuh kan, banyak yang ngantri dan penasaran ingin mencoba.
Sesi presentasinya seperti talkshow
Sang Pemateri, Mas Adi sedang menjelaskan Konten VR 
Enggak nyesel aku meluangkan waktu tuk gabung di meet up pertama. Banyak hal-hal baru yang aku temui. Hal-hal baru yang belum pernah aku coba. Ingin ngobrol lebih banyak mengenai VR. Tak hanya VR, tetapi juga Augmented Reality (AR). Namun tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Sungguh tak terasa. Semoga di kesempatan mendatang bisa sharing-sharing lagi. Sebelum pulang selfie bareng dulu. Hayukkk, biar enggak dikira hoax aku bercerita panjang lebar.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar