Sabtu, 28 Februari 2015

Not With You but hope you always happy

Pertemuan di Bulan Februari itu. Ya Februari 2013. Hall Rektorat. Malam itu, malam pertama kali kita bertemu. Pertama kali aku mengenalmu. Seorang cowok berpakaian putih lusuh dengan rambut keriting berantakan. Tipikal bad guy. Enggak. Enggak kok. Kamu bukan bad guy. Yang pasti kamu adalah seorang civil engineering student yang pertama kali aku kenal.

Ah itu hanya pertemua perdana. Tidak penting. Tidak berarti apa-apa bukan? Namun lambat laun aku merasa ada yang aneh dengan perasaan ini. Aku tidak bisa mengungkapkanya. Namun satu hal yang pasti : aku mengagumimu. Ah sudahlah, kau mungkin  tak pernah tahu. Bahkan tak peduli. 

Dua tahun berlalu begitu cepat ya keriting? Sekarang sudah 2015. Dan aku masih tetap mengagumimu. Mengagumi kecerdasanmu, kejenakaanmu, dan sifat rendah hatimu. Namun cukuplah aku mengagumimu dari jauh. Oh ya kamu pinter desain. Kamu kreatif. Aku suka desain rumah yang kamu buat menggunakan software Autocad, terus kamu kasih liat hasil desainmu ke aku... Aku disuruh milih bagusan mana gambarnya, yang ini atau yang itu. Aku bingung memilihnya.

Malam ini dikupingku terpasang headset. Kuputar lagunya Bondan Prakoso yang berjudul Not With You. Liriknya mengingatkanku padamu. Sungguh.
I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're OKAY
I can feel you if you're not with me
I can reach you my self, you show me the way
life was never be so easy as it seems
'till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still I know you're still here by my side
Aku harap kamu bisa bahagia Keriting dan mampu mencapai mimpi-mimpi yang belum kamu raih. Ini sebuah doa yang tulus Keriting. kupanjatkan kepada Tuhan melalui barisan kata-kata. Tertuju hanya padamu. Kuharap kita bisa berjumpa lagi suatu saat nanti di waktu yang tepat. Dan kita ngobrol banyak hal sambil menikmati secangkir kopi Lampung. Kamu suka kopi Lampung kan Keriting?

Kita ngobrol sebagai sahabat saja ya? Tidak lebih. Karena mungkin juga suatu hari aku akan menikah dengan pria lain. Dan aku mencintai pria yang telah aku pilih itu. Maaf aku harus melupakanmu. Mengenalmu itu menyenangkan, dan aku harus berucap terima kasih.

#SebuahDoaTulusUntukSeorangYoungEngineer 
#AkuIniApaMahAtuh
#HanyaSeorangPecanduSastraDanSeni.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar